Perspektif Orang Parno : Social Distancing
- pereka

- Apr 21, 2020
- 3 min read
Updated: May 6, 2020
Sebelumnya gue udah bilang mau update keseharian gue. Kurang lebih sebulan ini bener-bener membuka mata karena sembari gue mengetik blog ini, gue dan sebagian besar dunia lagi mengalami pandemi dari COVID-19. Gue rasa gue tidak perlu menjelaskan panjang lebar apa itu COVID-19 karena hal ini selalu berada 24/7 di televisi, radio, dan sosial media kita semua saat ini. Tapi untuk kalian yang baru melihat blog ini di kemudian hari, pada dasarnya, COVID-19 adalah sebuah virus yang menyerang sistem pernapasan yang bisa menular lewat hal-hal yang sesederhana batuk, bersin, dll yang bisa dicari di Google.
Menurut gue, pada awalnya social distancing itu sesuatu yang menyenangkan buat seorang siswa SMA di bulan-bulan akhir menuju Ujian Nasional yang pasti ditambah dengan tugas-tugas karena gue udah lihat di berita-berita bahwa kemungkinan besar UN ditiadakan. Ditambah lagi gue emang anaknya suka di rumah, ga terlalu sering keluar-keluar kalau ada kesempatan, jadi gue pikir ini bakal jadi kayak keseharian gue aja, nyantai di rumah. Jujur, ini udah sebulan lebih gue berada di rumah, dan gue...yaaa agak kangen lah suasana di luar. Ya gue akui ada sebagian dari perasaan gue yang mau jalan-jalan, liat-liat buku, atau nonton bioskop, tapi secara garis besar untuk sebulan ini gue tidak merasa beban/suntuk yang ekstrim setidaknya. Suntuk iya, kesel kadang, bosen pasti, tapi bener-bener putus asa pengen keluar rumah...belom sepertinya hahahah mungkin 2 atau 3 bulan lagi. Gue udah berapa kali diajak nyoktap/bokap gue untuk temenin ke supermarket atau drive through beli makanan, tapi gue tolak. Kenapa? Karena gue p a r n o. Berita-berita di televisi (yang bokap gue nyalain non-stop) itu lumayan mengkonsumsi otak pada awalnya, tapi begitu mulai terbiasa jadi udah ada di sistem gue untuk menolak setiap ajakan ke luar, meskipun hanya sebentar dan pakai masker/sarung tangan/dan perlindungan lainnya, gue tetep tolak, sejauh ini gue baik-baik aja. Jadi gue mau share aja gue kok se-aneh ini betah banget di rumah hahah :
1. Semoga tidak kedengeran norak, tapi berdoa sama Tuhan. Tidak perlu gue jelasin, berdoa aja. Semua orang punya opini masing-masing doa itu punya efek apa ke diri sendiri.
2. Menerima situasi dan fakta dengan ikhlas. Mengerti bahwa kita sedang dalam karantina di rumah dikarenakan alasan a, b, c, dst. The faster you accept the truth, the easier the process, and the more you'll be at peace with yourself, those around you, and most importantly the situation.
3. Gali lagi hobi-hobi yang hilang. Kalau gue dari dulu memang suka nonton film hahah, jadi gue cari film-film atau tv show yang bisa menghabiskan waktu luang. Tapi selain itu gue dulu, duluuu banget... suka baca novel. Gue suka baca Geronimo Stilton yang tikus reporter berita kalau tidak salah, yaa yang tau aja. Akhirnya, sekarang gue jadi lanjutin hobi gue yang itu, gue jadi mencari novel-novel klasik atau thriller. Gue juga suka lagi watercolor, yaa tapi amatiran. Intinya, cari kegiatan yang bisa mengisi waktu, tapi juga kalau bisa yang edukatif atau merangsang otak.
4. Nah, speaking of being educative, a little news, gue memutuskan untuk kuliah jurusan hukum (yang akan gue bahas di blog selanjutnya), dan gue juga mencari cara-cara mempersiapkan diri sebelum memasuki kuliah. Nah, dengan tenggang waktu yang cukup lama, gue jadi sering baca berita, mengikuti akun-akun IG yang berhubungan dengan hukum, pinjam buku di perpus online tentang hukum supaya gue bisa ada gambaran apa yang akan gue pelajari.
Karena jujur, gue dari dulu sedikit pengalaman di bidang ini, seperti lomba debat, MUN, tidak pernah, memang selalu suka menempuh musik. Gue baru bener-bener menetapkan ingin mengambil jurusan hukum pada saat awal SMA, yang lagi-lagi dipenuhi dengan lomba-lomba musik, yang gue tidak sesali sedikitpun. Itu sebabnya, gue mau mencoba cara ini (banyak baca) supaya istilahnya tidak ketinggalan sama yang lain heheh, dan untuk pengetahuan diri sendiri tentunya. Ohh sama satu lagi, yang kayaknya bisa banget dicoba itu....belajar bahasa asing! Ini seru sih, tapi harus sedikit dilawan kalau merasa bosan karena bermanfaat banget di kedepan harinya. Gue sekarang lagi belajar bahasa Jepang, iseng sedikit-sedikit tapi ada tujuannya buat kuliah heheh.
5. Menetapkan rutinitas/tujuan. Karena gue kelas 3 SMA, tugas, ujian, dan segala macam cobaan udah selesai (hahah) keseharian gue jadi yaa bisa dibilang sedikit berantakan. Jadi gue bikin semacam planner/schedule simple buat ngelewatin keseharian yang bisa gue bilang cukup membantu. Terus gue tempel-tempel sticky notes di kamar/laptop isinya goals biar jadi reminder. Tapi kontranya, yaa ini harus dorongan dari diri sendiri karena kalian sendiri kan yang bikin jadwalnya, bukan kayak sekolah yang bisa dibilang ada konsekuensi beneran kalau tidak dipatuhi. Tapi bikin sendiri bukan berarti jadi mudah dilarang yaa hahah, harus kuat!
Sementara, solusi gue 5 itu aja sih, kalau kepikiran lagi nanti diketik, yaa sebenarnya bikin blog kayak begini sih menghabiskan waktu luang hahah bisa jadi ide juga. I hope you have a peaceful and great quarantine. Stay healthy!

a little meme from Pinterest.



Comments