YOU SOCIALIZE WITH ANYBODY, RIGHT?
- pereka

- Aug 1, 2019
- 2 min read
Updated: Apr 30, 2020
Halo, lagi rajin nih.
Mau cerita nih. Sebenarnya, lebih ke berandai-andai sih. Gue banyak bertemu dengan orang yang kalau gue tanya "Lu orangnya kayak gimana sih?" (tidak persis seperti itu sih) ke orang-orang, ada yang menjawab "Gue orangnya friendly, mau berteman dengan siapa saja." Oke, friendly. Kalau friendly, gue masih bisa maklumkan, berarti ramah. Orangnya ramah kepada siapa saja, mengeluarkan aura yang menyenangkan dan menghangatkan, okay, we get it. Tapi "mau berteman siapa saja"? Itu suka membuat gue berpikir lebih. Dan maksud gue bukan soal budaya, ras, dan kawan-kawannya itu ya, I'm talking about people's personality.
Sedikit belok soal pembicaraan, gue kurang tahu kenapa gue suka banget membicarakan kepribadian manusia, entah kenapa ada suatu hal soal topik ini yang membuat gue takjub. Ada saja kepribadian orang yang ditunjukkan ke dunia luar, yang membuat gue terkejut dan terkesima dan bisa berkata "Ada ya orang kayak gini di dunia." Yang menurut gue adalah hal yang bagus, karena orang-orang ini yang menginspirasi gue menjadi manusia yang lebih baik. Entah itu selebriti, teman, keluarga, ada aja.
Oke, balik ke pembicaraan. Seperti yang gue katakan tadi, berteman dengan siapa saja itu adalah title yang cukup berat dibawa ke mana-mana lho (tidak cuman sarjana yang kalian dapat di universitas mana gitu...), karena dengan mendiskripsikan diri dengan kata-kata itu, then you have to live up to it, salah satu cara kalian hidup harus berdasarkan itu. Kok berat banget sih bahasnya? Ya iya dong, kalian berbicara seperti itu, kalian lakukanlah demikian (kalau tidak, ya munafik). Kita ambil contoh saja, kalian dipasangkan dengan orang yang menyebalkan (menurut kalian) untuk sebuah tugas, dan seiring berjalannya proses pengerjaan tugas, orang tersebut terlihat sedang berusaha berteman dengan kalian (basa-basi, mengobrol, dll.) Apa yang akan kalian lakukan?
a. Balas basa-basi
b. Melayani pembicaraannya dengan terpaksa
c. Tidak memikirkan bahwa dia orang yang menyebalkan dan mulai membuat progres untuk berteman
d. Bersikap bodoh amat dan tetap menjalani tugas apa adanya
Jujur, jika gue di posisi itu, gue akan melakukan pilihan B. Gue dikenal sebagai orang yang segan atau engga enakan di situasi tertentu, dan cara "B" menurut gue hal yang pasti otomatis gue lakukan. Tapi bagaimana untuk kalian yang "mau berteman dengan siapa saja"? Bagaimana cara kalian menangani situasi itu? Misalnya kalian berakhir berteman, kalian akan tersiksa juga dalam pertemanan itu. Biasanya pertemanan seperti ini terjadi jika kalian berada di satu kelompok pergaulan, yaa dan lain-lain gue juga tidak begitu tahu alasan lainnya. Bagaimana pun itu, gue selalu mencoba untuk setidaknya tidak menimbulkan permusuhan pada siapa pun, (meskipun kadang ada juga satu atau dua yang akhirnya tidak berakhir baik). You'll never know who you'll need in the future.
- r.k



Comments