CAUTIOUS...OR WEAK?
- pereka

- Jun 13, 2019
- 2 min read
Updated: Apr 30, 2020
Artwork : Solluna by Kimberly Snyder

Hati-hati itu hal yang wajar, bahkan kita perlukan sehari-hari. Dari contoh sekecil menyeberang jalan melihat kanan kiri dulu, sampai mempercayai seseorang masuk ke dalam hidup kita. Tapi apakah hati-hati membuat kita menjadi lemah? Terlalu nyaman? Takut mencoba hal-hal baru yang butuh sedikit dorongan keberanian untuk dilakukan. Ya, memang hal seperti itu juga tidak patut ditiru. Ada kata-kata yang selalu gue pegang dan bilang pada diri sendiri kalau sudah hilang kendali perasaan, yaitu "Segala hal yang berlebihan itu tidak akan berakhir baik." Begitu juga dengan hal hati-hati ini, terlalu hati-hati akan banyak hal juga akan membuat kita melewatkan banyak hal di hidup. Perasaan mencoba sesuatu takkan bisa digantikan apapun, dan kita pasti akan ingat terus momen itu. Salah satu hal yang gue lagi coba jika sedang bimbang atau labil melakukan sesuatu, gue mencoba untuk tidak memikirkannya terlalu lama, hanya beberapa menit saja, karena buat kita yang dibilang terlalu banyak berpikir dan pertimbangan (overthinker) bisa gila hanya memikirkannya, lakukan atau tidak? Kalau gue lakukan akan menjadi ini, kalau tidak dilakukan menjadi itu, dan lain-lain yang kadang-kadang seorang overthinker pikirkan terlalu jauh. Jadi daripada pusing, jika setelah beberapa menit gue memutuskan untuk melakukan hal itu, gue akan lakukan. Begitu juga sebaliknya, tanpa memikirkan hasilnya terlalu banyak.
Tapi menurut gue, hal itu beda jika sudah berhubungan dengan bersosialisasi. Bisa dibilang, gue orang yang cukup pilih-pilih kalau sudah berhubungan dengan orang-orang yang akan berkenalan dan masuk ke dalam hidup gue. Karena orang-orang ini akan mempengaruhi kehidupan gue, cepat atau lambat, baik atau buruk. Tapi lingkaran pertemanan bukannya harus luas? Iya, gue juga setuju akan hal itu, pertemanan dan koneksi dengan berbagai orang memang harus banyak, dengan kebutuhan kita yang semakin lama semakin banyak, mempunyai banyak teman bisa melengkapi kekurangan kita, begitu juga sebaliknya. Tapi maksud gue itu lebih ke arah hidup kita yang personal. Orang-orang yang benar-benar ada di kehidupan keseharian kita. Teman-teman dekat, pacar, dan lain-lain. Buat gue, memilih orang-orang ini adalah bagian penting, meskipun kita juga tidak tahu siapa yang akan datang di kehidupan kita nantinya, tapi menyiapkan diri menghadapi berbagai macam orang dan memilih yang tepat itu diperlukan. Gue yakin, jika kita sudah menemukan orang-orang ini (dengan tingkat hati-hati yang masih wajar, heheh) perasaan itu akan sepadan dengan usaha kita mencari mereka. Para pelengkap hidup kalian masing-masing.
r.k



Comments